Sunday, July 22, 2012

Ibunda, Almh. Hj. Tjoetjoe Tedjaresmi

Hj. Tjoetjoe Tedjaresmi lahir di Garut tanggal 24 September 1924. Beliau adalah putri tunggal dari pasangan Apah dan Oesman. Ibunda sempat menyelesaikan sekolahnya sampai kelas 4 HIS (Hollandsch-Inlandsche School), sekolah di jaman penjajahan Belanda yang setara dengan Sekolah Dasar pada saat ini. Perbedaannya dengan SD sekarang adalah HIS sampai kelas 7 dan pelajarannya diberikan dengan menggunakan Bahasa Belanda. HIS adalah sekolah khusus bagi pribumi yang orangtuanya memiliki jabatan.

Ibunda hanya menyelesaikan sekolah sampai kelas 4, karena pada jaman itu masih berkembang paradigma bahwa anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Suatu keberuntungan bagi ibunda bahwa beliau masih diijinkan sekolah sampai kelas 4.

Setelah berhenti sekolah, ibunda sempat bekerja di Cirebon. Beliau bekerja pada seorang dokter sebagai tenaga administrasi. Namun ibunda tidak lama bekerja, karena nenek Apah telah menerima lamaran seorang pemuda bernama Ateng Afandi, seorang pemuda lulusan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang bekerja di Pengadilan.

Pernikahan antara gadis garut Tjoetjoe Tedjaresmi dan pemuda dari Kadungora, Leles-pun berlangsung pada tahun 1940.

Putra pertama pasangan ini lahir tanggal 25 Oktober 1941 dan diberi nama Wahyu Afandi. setelah itu berturut-turut lahir enam putra laki-laki lagi dan diakhiri dengan putri satu-satunya (hmmmm kurasa semua harus mengakui bahwa aku adalah anak tercantik di keluarga ini), yaitu aku....Ikke Soehartina.


No comments:

Post a Comment